Tuesday, 8 January 2019

Sumber Duplikasi Untitled Album.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=2112359267111&id=1789538702&set=a.2112358667096&source=48

___
1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Sumber Duplikasi Album 22 Maret 2011.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1478648384735&id=1789538702&set=a.1478648344734&source=48

_\\
1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Sumber Duplikasi Album Seminar Yusni Tria Yunda.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1235170857949&id=1789538702&set=a.1235170617943&source=48

_\\
1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Sumber Duplikasi Album Unggas Yusni Tria Yunda.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1087165797915&id=1789538702&set=a.1087165317903&source=48

_\\
1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Sumber Duplikasi Album Foto 1 Yusni Tria Yunda.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

https://m.facebook.com/yusni.yunda/photos?lst=100022497588013%3A1789538702%3A1546934464

_\\
1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Monday, 7 January 2019

Mencari Keadilan: Mengopi Tautan Catatan ("Notes") di Facebook Menggunakan Google Chrome dan Internét.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

Merujuk Keadilan.
Cukup terbaca sebagai tema utama yang dapat penulis maknai dari fénoména cara - cara melakukan pengopian alamat - alamat tautan bagi data yang berbentuk catatan - catatan yang berada di dalam suatu akun Facebook.

Beberapa pengalaman percobaanku dalam

 beberapa hari ini menunjukkan bahwa sepertinya, setiap fénoména dari kemampuan - kemampuan "feature" tertentu dari suatu aplikasi, yang ta ditemukan di dalam aplikasi lainnya, ini, lebih menegaskan: mémang para penyedia layanan bersèrver internét, mempunyai semacam kesepakatan bagi lahan garapan, yang mana meskipun terlihat saling silang peranan, namun pada intinya ada spésifikasi - spésifikasi tertentu yang hanya, ataupun sengaja 'dihanyakan' dipunyainya oléh satu aplikasi saja.

Guna mengopi LINK dari data berbentuk catatan ("notes") di dalam suatu akun Facebook, misalnya, sepertinya disengaja agar tiada dapat dilakukan melalui Aplikasi Facebook Lite, yang mana diketaui bahwa Facebook.L. inilah yang justru seharusnya lebih modern (terbaru vérsinya) dibandingkan dengan Aplikasi Facebook yang digunakan pada zaman ketika catatan tersebut dipostingkan di dalam Facebook.

Lebih barunya waktu produksi dari suatu téknologi, bukan artinya dimampukan oléh para perancangnya guna melakukan setiap "feature" yang menjadi sub_dalam program aplikasinya. Berbagai pertimbangan stratègis diperlukan, baik dari sudut studi terhadap peluang pemasarannya, kemampuan pembelian secara terbagi oléh para konsumén (sebab: dalam fungsi utamanya sebagai média sosial, Facebook harus mampu menjadikan dirinya sebagai produk yang buy_able by everyone in every segmentation).

Pertimbangan aspék sale_out ini (diperlukannya sejumlah kuota sekali bayar pada saat instalasi (biasa tertera di dalam Play Store dan ditampilkan sebelum didownload), serta pemotongan kuota seiring dengan tingkat frékuénsi serta kualitas pemakaiannya), kemudian ditinjau sinèrgitasnya dengan kapasitas data yang memadai guna dikoléksi olèh pengguna dari suatu prosés pembentukan fail - fail data.

Terhadap kapasitas data serta kuota yang dipergunakan guna menyimpan data (download) inilah biaya operasional pemakaian kuota mendapatkan status 'menggantung'.

Maksud penulis: sebelum dapat dipastikan bahwa sejumlah HPP yang perlu dikeluarkan dalam bentuk konvérsi kuota ke dalam nilai mata uang, maka belum dapat diakui sebagai suatu HPP, secara perlakuan akuntansinya, dan lebih cocok apabila diakui sementara semacam Pos Biaya Operasional.

Hal yang sama penulis alami tadi soré, Senin, 7 Januari 2019, di Bank BRI Kantor Cabang Majalaya, Kantor Wilayaj Bamdung. Kepada petugas bank: Bu Haji Néty, penulis menyampaikan bahwa di dalam salahsatu postingan blogspot lain yang penulis buat, Bahasa Inggris dari Current Account diterjemahkan menjadi Rékening Giro.

Padahal, secara syari`at gambar hasil foto kaméra dan éditasi menjadi fail bentuk GIF berbahan foto kertas print_out dari salahsatu yunit kerja Bank BRI lain, adalah rékening yang penulis gunakan sebagai rékening simpanan tabungan (current account), bukan rékening simpanan jangka panjang/tetap (saving account).

Setelah dipikirkan lagi dalam kategorisasi perbankan, suatu Rékening Giro, pada hakékatnya mèmang merupakan suatu bentuk simpanan, yang mana sifatnya pengakuannya dapat dijadikan sebagai salahsatu bentuk jaminan dari pihak yang berhutang kepada pihak yang mempunyai tagihan (piutang) terhadapnya.

Penulis menyadari, bahwa mèmang sekitar 3,5 taun yang lalu, penulis mem_pro_claim_ASI_kan secara jahar lisan bahwa sisa saldo yang terdapat di dalam current account tersebut adalah sebagai salahsatu bentuk penjaminan atas sejumlah nilai hutang penulis kepada Bank BRI, yang jumlahnya justru jauh lebih besar sisa hutang penulis daripada sejumlah saldo yang diendapkan di dalam wadah syariat rékening tersebut. Dengan demikian, fungsi dari rékening tersebut mémang menjadi menyerupai fungsi dari Rékening Giro. Artinya: terjemahan dari Google melalui dan bersama Blogger sangat baik dalam memahami kasus yang kuhadapi, sehingga menerjemahkan current account yang kutulis sebagai Rékening Giro. Ini benar.

Dan rupanya, secara profésional, selama 3,5 taun, Bank BRI menghindari melakukan pemotongan langsung terhadap isi dari rékening penulis, meskipun penulis telah menyatakan agar: jika penulis mengalami kemacétan pembayaran pengembalian hutang kepada pihak Bank BRI, maka sejumlah saldo yang ada di dalamnya agar dipotong saja semuanya sebagai hak bagi Bank BRI guna mendapatkan kembali sepersekian dari jumlah nilai pinjaman yang kugunakan pada masa lalu. Ternyata Bank BRI memperlakukan rékening penulis sebagai dibekukan saja (diblokir), belum dipotong bahkan masih ada hingga hari ini.

Hal tersebut sehubungan bahwa pernyataan penulis baru secara lisan saja, dan belum dinyatakan secara tertulis resmi. Lagipula, tim dari Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Bank BRI, rupanya memikirkan pula sisi mawaris, yaitu kondisi - kondisi status pernikahan penulis pada saat hutang tersebut terbentuk, serta pada saat sejumlah isi rékening tersebut penulis dapatkan, apakah: lagi dalam posisi status menduda, ataukah berstatus sebagai seorang suami?. Hal ini mèmang sangat penting diinformasikan oléh para nasabah peminjam dan penyimpan, secara terbuka kepada pihak bank selaku lembaga pemutar dana (intermédiate), agar jangan sampai terjadi semacam poténsi persengkétaan internal di antara nasabah laki - laki dengan istri/mantan istrinya, ataupun nasabah perempuan dengan suami/mantan suaminya.

Apalagi bila sepasang mantan suami dan istri sempat ada peristiwa rujuk di antara meréka. Kemudian, di tengah - tengah masa rujuk tersebut terjadi suatu peralihan posisi asét yang bernilai di atas nishob (baik berkurangnya dengan ada terbentuknya hutang baru, ataupun bertambahnya dengan diterimanya sejumlah aktiva baru), sehingga posisi pertanggungjawaban kepada pihak kréditur (bank) terhadap jenis peralihan asèt seperti itu, dipertanyakan: apakah ditanggung oléh pasangan mantan suami istri, ataukah ditanggung hanya oléh salah satu pihak yang bersangkutan saja.

Artinya, lembaga intermédiate yang bersikap telik seperti Bank BRI ini, adalah lembaga yang krédibel, menghargai "LINK - LINK" keterhubungan mawaris para nasabahnya. Ini, menurut penulis, adalah suatu asas pelaksanaan syari`at yang dipraktékkan secara nyata, meskipun secara nota_beneficiary (nota_bene) belum setiap Perjanjian Krédit tertulis menampilkan azas ini.

Kembali kepada nota ("notes") atau média catatan yang terdapat di dalam suatu akun Facebook, pengalaman penulis mendownload dari internét dan Google Chrome, mémang jauh lebih murah daripada melakukan screenshot dari fitur perangkat keras (kaméra HaPé).

Gambar dari hasil keratan fail hasil kaméra (gambar Mesjid Agung Majalaya), sebagaimana pada umumnya fail - fail foto dari kamèra ataupun produk éditasi keratannya, akan mempunyai kapasitas satuan data (Byte) yang lebih besar daripada hasil screenshot dari média non_fotografi murni, seperti éditasi menggunakan Aplikasi Photo Editor terhadap suatu hasil screenshot dari tampilan Hand_Phone (bukan dari foto kaméra).

Konsékuénsinya, tentu yang pertama adalah perbèdaan jumlah ruang yang terpakai dalam mémori internal dan éksternal HP. Selanjutnya, bagi para calon pendownload fail - fail tersebut, yang biasanya (menurut hasil pengalaman dan pengamatan penulis) mémang jarang yang memperhitungkan ditéil dari pemakaian konsép antara: 'ini biaya operasional, ataukah jenis biaya modal pembelian bahan (HPP: Harga Poko Penjualan/Pembelian)?).

Ternyata, sinyal keadilan yang penulis dapatkan dari hasil mendownload file - file dari akun Facebook menggunakan Google Chrome, justru akan jauh lebih murah secara kapasitas data yang digunakan (kuota internét), bukan hanya bagi fail tulisan - tulisan, murah juga bagi fail foto/gambar - gambar.

Sedangkan apabila dari sisi melakukan upload, aksés kemudahan serta kecepatan mengaplod, jauh lebih optimal apabila menggunakan Aplikasi Facebook Lite.

Sesama Facebook (Facebook Lite: Latar Putih Tulisan Biru, dan Facebook Konvénsional: Latar Biru Tulisan Putih), ternyata berbagi peranan. Dan yang jelas, peranan Google Chrome tentulah sangat menentukan, terutama dalam menyediakan pengarsipan penyimpanan data yang terkatalogisasi secara baik, sehingga ketika suatu saat ketika kita hendak mencari guna mendownload suatu fail gambar yang pernah diaplod pada masa lalu, Google Chrome dapat membukakannya.

Adapun guna data yang berbentuk tulisan, selama penulisnya menyèting postingan tersebut dalam sètingan pemirsa publik, maka dapatlah diaksès oléh siapapun. Hanya saja, étika téhnis pengambilan datanya bukan dengan cara discreenshot langsung pada tampilannya dari HandPhone ataupun dicrop layarnya melalui komputer, sebaiknya didownload terlebih dahulu.

Hal ini, selain dari sisi ètis hukum tanpa tertulis, terutama agar dapat saling memberikan manfaat dan peranan berbagi kuota guna membayar jasa penyimpanan fail yang didownload, dan juga melayani yuser. Apabila diasosiasikan sebagai mèkanismeu perputaran perdagangan, fail - fail yang disimpan dalam "tent" Google adalah Grup Konsinyasi: kalau laku (ada yang mendownload, barulah berbagi hasil dengan pengaploadnya). Ataupun, apabila diasosiasikan dengan mékanismeu sistem perbankan dari sisi titipan dana sejumlah tertentu, dapatlah disepertikan ada kesamaan dari sisi pembayaran jasa penitipan aktiva liquid (Pos Kas atau Setaranya), baik sebagai current account tadi, ataupun sebagai saving account.


_\\

1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Sunday, 6 January 2019

Contoh Hasil Percobaan Pengubahan HTML Blogger Bagi Tampilan Vidio dari Youtu_Be.

Oléh: Yusni Tria Yunda.

Ini adalah sétingan ukuran tampilan vidio Youtu_Be di dalam HTML Blogger:

1. https://youtu.be/46Y1kj1OI7w<br />
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<iframe width="320" height="266" class="YOUTUBE-iframe-video" data-thumbnail-src="https://i.ytimg.com/vi/46Y1kj1OI7w/0.jpg" src="https://www.youtube.com/embed/46Y1kj1OI7w?feature=player_embedded" frameborder="4" allowfullscreen></iframe></div>
<br />
<br /></div>
<div dir="ltr">

Penulis menyimpulkan adanya keunggulan Blogger berkenaan dengan tampilan vidio dari Youtu_Be dalam hal:

1. Menyediakan variasi FRAME BORDER  yang memungkinkan yusernya menyesuaikan dengan selera tampilan yang diinginkannya, serta:

2. Menyediakan sétingan ukuran "Width" dan "Height" yang juga dapat disesuaikan dengan keperluan pengguna Blogger berkaitan dengan tampilan vidio dari Youtu_Be.


_\\

1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Saturday, 5 January 2019

Posts Addresses In This Blogspot, And Some Glossary.

By: Yusni Tria Yunda. The Writer is an ex_student in SCC-13 (Student Computer Club) SMPN 13 (Thirteen State_First_Middle_School) Bandung City, Graduated in 1996.

1. Between Moraly, Kindness and Akhlaq:
2. History and Its Way Being History by Linguistic:

___
1st Editing, Sunday: January sixtieth 2018: after my Facebook's friend account: Sheikh Quraishi sent a video of a conversation to my Messenger: I added some attachable from another blogspot of mine:

Family:
Card:
Form:
Birth:
Document:
Place:
Limit:
Border:
Notice:

_\\
2nd editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.

Tuesday, 25 December 2018

Antawis Moral, Adab, jeung Akhlaq.

Diserat ku: Yusni Tria Yunda. Alumni TK Bintang Bintang Bandung (teu lulus), Alumni TK Delima Bandung taun 1987, SDN Nilem IV Bandung taun 1993, SMPN 13 Bandung taun 1996, Alumni SMUN 6 Bekasi (teu lulus di ditu, mung dugi ka Kelas II)*, Alumni SMAN 1 Bandung taun 1999, jeung Alumni Jurusan Pendidikan Sejarah UPI Bandung taun 2007.

Ieu seratan kalih sababaraha hiji seratan lianna dimaksadkeun pikeun nutup kakirangan dina jalur atikan régulér simkuring, anumana anggal lumampah tina régulér formal nu langkung cindek seu'eur muatan Moral Pancasila_NA daripada muatan pakétan Agama Islam_NA, samentawis simkuring eukeur nyatarakeun pangaweruh simkuring ngeunaan Agami saluyu jeung kaperyogian akademik dina danget ieu.

Pirang - pirang jalmi yuswa sawawa nu rumingkang di alam dunya, pada - pada gaduh pamadegan niléy - niléy dina interaksi hubungan jeung papada jalma lianna, nu diagemna, boh sacara séwang - séwangan, boh sacara koléktif.

Prinsip - prinsip dina nga_ayakeun hubungan jeung papada jalmi dina hiji komunitas lingkeban sosial (lingkungan sosial), kawitna ditransfer ku ayana kastem atanapi kabiasaan. Kastem nu dibiasakeun ku pala sepuh (senior) ti pala murangkalih, tiasa diminangkakeun pepelakan kasaéan tina manah marantenna, sangkan pala murangkalih uninga (pikeun dirina nyalira), kalih terang (pikeun dirina jeung masyarakatna), saniskara lampah - polah nu diharepkeun ku papada, ogé saniskara lampah - polah nu kirang diharepkeun ku papada.

Éta dina Sosiologi disebat "custom", anumana muatan niléy - niléyna tiasa didugikeun ka antar generasi ngalangkungan rupi - rupi cara, sapertina: transformasi ku cara dicontokeun dina perkawis - perkawis kongkrét. Ngabantos mulung jeung miceun sampah - sampah plastik nu kapendak di jalan umum, teu kahaja - haja, misalna, éta mangrupi bagéan tina wentuk moral alatan kastem.
"Custom" nu salajengna, misalna ayana hiji kabiasaan upami seja badé ngalangkung sacara fisik ka payuneun jalmi sanés.

Nyarios kecap: 'hapunten', atanapi ogé kalimah: 'ngiring ngalangkung', éta mangrupi kabiasaan - kabiasaan saé nu mineng pisan dicontokeun ku pala sepuh dina lingkeban pagaulan Urang Sunda. Hadé disebatna ku pala sepuh, upami pala murangkalih ngalarapkeun hal éta dina sadidintenna, sahingga pala murangkalih nalurutan ieu kastem tanpa mikir langkung jero deui, sabab kabujeng dipararuji saupamina ngalakukeun hal éta.
Anna_ing, pala sepuh, teu sadayana masihan terang ka pala murangkalihna, yèn éta hal téh sanés mangrupi hiji kawajiban téknis ti Alloh.

Ka-duana, teu diwartosan ogé yén éta kabiasaan téh barlakuna teu sa_alam dunya dianggap salaku hiji bebeneran. Hartosna: pala sepuh teu ngajéntrékeun yén éta téh da ukur budaya lokal, sahingga bebeneran_NA ogé teu yuniversal, ukur barlaku di lingkeban sapersakian wungkul tina rubakna ieu alam.

Di dieu peryogina pangatikan élmu, nu tiasa nyaangan pala murangkalih, yén sawaréh alam téh aya nu remeng, aya nu poék, kalih aya nu ca'ang béngras. Ari saukur kastem mah dina pirang - pirang tingkat kaayaan kaca'ang gé tangtos aya. Tapi teu sadayana nu meraktékkeun hiji kastem dina hiji lingkeban uninga yén éta kastem tuna tina sifat umum. Pangatikan tiasa nyaangan pangaweruh ngeunaan ieu bagéan moral, anumana moral wungkul teu cekap ari tanpa élmu_NA.

Buktos tina éta pertelaan, nyaéta kantos kajantenan ayana konflik - konflik sosial dina waktos - waktos nu parantos kalarung, di mana hiji pihak mertahankeun kastem nu barlaku di ligkebanna, samentawis pihak anu eukeur interaksi jeung anjeunna migaduh pangartos nu bénten.

Pamaksaan ti hiji pihak ngeunaan hiji atawa sababaraha hiji wentuk kalakuan téknis tina kastem nu eukeur dipikaterangna salaku hiji bebeneran nu hayang dipikakudu ogé ku batur - baturna, ceuk simkuring mah éta mangrupi hiji kafanatikan nu heurin cara pangningal. Sikep - sikep introvért (katutup, ngahijab diri sorangan), bijilna tina ieu kaayaan méntal. Anapon ku ayana musyawaroh, atanapi interaksi nu langkung kabuka, tiasa muka panghijab èlmu samodél kitu.

Ieu bahasan peryogi conto. Panyerat nyobian neuleuman cariosan ngeunaan interaksi antawis Nabi Khidir kalih Nabi Musa, upami ditingal tina sosiologi, sanés tina juru hakékat kaimanan, ngauningakeun pambédaan juru pertelaan, tangtos penting pikeun pihak nu ngabandungan mingartos cara merlakukeun kasimpulan hasil tina prosés.
Saupamana 'tindakan hukum' nu dilakukeun ku Nabi Khidir éta mangrupi juru pangningal nu ditetepkeun dina logika akal Nabi Musa mangsa Nabi Khidir ngalakukeun wentuk - wentuk pamolah téknis nu ngabalukarkeun logika hukum syaréat anu eukeur dipikaterang ku Nabi Musa ngalaman konflik, sanés ukur salaku 'tindakan sosial' nu migaduh sifat nétral dina pameunteunna, mangka Nabi Musa leres mertaroskeun (nungtut) Nabi Khidir alatan 'tindakan hukum'_NA.

Upami konsép 'élmu' nu eukeur dicontokeun dina éta paguneman antawis Nabi Khidir kalih Nabi Musa, ditingal nganggé juru pangningal tashowwuf, mangka kantenan bakal fokusna kana hakékat bebeberan kailahian, anumana métodeu pikeun mikayakin tingkatan bebeneranna tangtos bénten jeung métodeu pikeun ngawilah kelas - kelas (kategorisasi) bagéan élmu - élmu syaréat, khususna fiqh. Sanés hartosna di antawis 2(dua) juru pangningal éta silih aya konflik, anna_ing adu_manis panjajakan pikeun ningal kasempetan jang silih ngalengkepan, saupamina mèmang parantos parat diteuleumkeun dugika weruh prinsip - prinsip métodeu élmu éta duanana sacara runtut raut.

Upami ngan salahsahiji prinsip métodeu tina 2 (dua) éta nu eukeur dipikaweruh katut nu dianggé pikeun neuleumannana, biasana nu kitu nu janten bahan pamikiran heurin téa, sanaos waktos heurinna ngan samentawis, sateuacan pangaweruh sanésna ngomplitan.

Dina ieu tahap transisi di antawis dua métodeu élmu, saniskara nafsu diri dina kawilayahan ieu tahap (saba`da nafsu syahwat), sok aya kamangmang, asa - asa, jeung ka_teukonsistén_an (inkonsisténsi) ngabetot hipotésis. 

Anumawi dina ieu Tahap BABANDING TÉORI / DADASAR TÉORITIS, cariosan difokuskeun kana komparasi, teu acan dilebetkeun argumèntasi - arguméntasi kongkrét, anumana dina seratan ilmiah wentuk makalah ilaharna aya dina lingkeban Tahap PAMBAHASAN / PERTELAAN.
Pangaweruh ngeunaan SISTEMATIKA PAMBAHASAN nu pas pikeun mertelakeun dua VARIABEL KABEUNGKEUT (sanés Variabel Bébas) ieu bènten jeung SISTEMATIKA PANYERATAN **. Ku kituna, bagéan tina Sistematika Pambahasan, nyaéta ngabahas jeung ngabandingkeun MÉTODEU ogé TÉHNIK nu dianggé dina Bagéan PAMBAHASAN. Ari Sistematika Pambahasan, ayana dina Bagéan Wiwitan: BUBUKA (Muqodimmah).

Qodim, tina 'QIDAM': Nu Waktos Ayana Langkung Tipayun, nyaéta salahsahiji sifat wajib anu dipigaduh ku Alloh anu diwajibkeunna ku Alloh pikeun dipiyakin saqobla jeung sa`da dipikaterang pangaweruh éta ku pala makhluk Mantenna. Dina éta bagéan QODIM, tinangtos dipertelakeun béwara tina saniskara pangartos nu seja badé diguar dina bagéan - bagéan salajengna dugi kana Bagéan KASIMPELAN.

Ayana SISTEMATIKA PAMBAHASAN dina Bagéan BUBUKA, atanapi QODIM ieu, sacara langsung parantos di_sirr_at_keun ku pangartos ngeunaan pabéntenan antawis makhluq nu diciptakeun, jeung kholiq nu nyiptakeunna, anumana ari makhluq pasti papasangan sifatna, bénten jeung kholiq. Kusabab sifatna makhluq papasangan, mangka upami aya hirup tangtos aya maot, upami aya BUBUKA tangtos aya PANUTUP. Kukituna, wates PAMBAHASAN parantos katawis ku ayana pangaweruh ngeunaan QODIM, nyaéta aya di antawis QODIM jeung PANUTUP.

Anna_pon kumaha cara ngabahasna PAMBAHASAN nu aya di tengah - tengah antawis éta QODIM jeung PANUTUP, éta nu disebat SISTEMATIKA PAMBAHASAN.

Numutkeun ieu cara maluruh QODIM, mangka Sistematika Pambahasan nu kasirat nyaéta kedah ti anggal, maluruh nu langkung tipayun sacara aya_NA, ogé sacara waktos_NA. Éta cara nyusun Sistematika Pambahasan pikeun ngabahas kamakhluqkan, anumana urang - urang aya di lebetna.

Ari nu dimaksad istilah 'langkung tipayun' di dieu, sapertina conto kecap: 'punten', nembè, sanés hartosna ngawaler patarosan: 'ti iraha terang istilah punten?',   anna_ing: 'ti iraha mikagungan kasadaran ngeunaan hartos kecap punten?', salaku patarosan ka-hiji, anumana engkèna dina SISTEMATIKA PAMBAHASAN dilebetkeun kana cara ka-hiji (istilah kagungan, nyaéta pikeun diri nyalira).

Patarosan ka-2 (dua), nyaéta: 'ti iraha migaduh kasadaran ngeunaan hartos kecap punten?', salaku patarosan ka-dua, anumana engkéna dina SISTEMATIKA PAMBAHASAN dilebetkeun kana cara ka-dua (istilah gaduh, nyaéta pikeun batur, dina hartos: milik batur). Dina geus tiasa mastikeun ayana 'milik batur' anumana jalanna éta bisa dimilikan_NA téh ngalangkungan urang - urang, berarti éta titik punjul tina saniskara ikhtiar kaélmuan. Sahingga aya GUNA jeung MANFAAT tina usaha ngadeukeutkeun diri tina pangartos nu pangcaketna jeung bebeneran.

Bebeneran nu janten kafer pikeun interaksi jeung papada, tiasa nyandak 3 istilah: Akhlaq, Moral, Adab.

Ari Akhlaq, langkung caket kana pangartos: saniskara hal anu sakedahna dipigawè ku Makhluq sabagé nu diciptakeun ku Kholiq. Di lebet pangartos akhlaq, sanès kanten aya ogé pangartos - pangartos pikeun nyumikep ka saniskara pambagéan (klasifikasi) kaayaan pala makhluq, anumana éta sikep - sikep janten padamelan nu dilakukeun dina raraga ngalakukeun kawajiban salaku makhluq nu diciptakeun (kholaq) ku Kholiq.

Pambédaan - pambédaan pamikiran jeung tèknis nyumikep ka saniskara klasifikasi kaayaan pala makhluq, meryogikeun cicirén jeung istilah séjén pikeun gampil nyebatkeun wentuk - wentuk pamikiranna. Adab, mangrupi téknis pikeun ngalarapkeun akhlaq nu pangartosna langkung umum, ka pangartos téknis nu langkung khusus deui tina jinis akhlaq. Adab, kukituna: mangrupi wentuk nyata atanapi ogé INDIKATOR tina ayana jinis akhlaq.

Bénten jeung Moral, ari Adab parantos cindek ngakhususkeun sifat padamelan numutkeun kana garis badag Akhlaq. Anapon ari Adab, parantos aya sapakét jeung Moral tina Adab éta di lebet Adabna. Samentawis hiji pakét Moral, teu acan dipikaterang cindekna kana Jinis Adab Khusus nu mana. Kukituna, ilaharna di satukangeun istilah kecap 'Moral', seu'eur saéna ditambihan ku kecap atanapi istilah panjelas, misalna: Moral Pancasila.

Istilah panjelas pikeun jinis Moral, saéna nyirénkeun jinis pakét tina prinsip - prinsip pamikiran nu dibungkus ku éta kemasan Moral. Prinsip - prinsip pamikiran ieu, sanés kanten mangrupi pamendak aqli anumana parantos dirumuskeun tina sari - sari naqli, sahingga mangrupi bahan asak nu tiasa kénéh diolah tambihan - tambihanna, atanapi ogé langsung dikonsumsi pikeun diteda (sa_nyalira_eun), atanapi ogé pikeun dituang (dikonsumsi babarengan jeung batur - batur).

Saupamina hiji istilah Moral parantos diréndéngkeun jeung istilah panjelasna, saperti Moral Pancasila, mangka éta Moral parantos migaduh ranah widang khusus, anumana éta widang migaduh wates - wates rohangan falsafi anu asasi kabenerna dipasihan standar indikator - indikator khusus dina èta widang. Sanaos indikatorna khusus, anna_ing teu nutup kamungkinan yén jinis - jinis indikator éta ogé dipigaduh ku jinis - jinis Pakétan Moral lianna.

Upami aya langkung ti 2 (dua) indikator nu sami - sami dipigaduh ku 2 (dua) Jinis Pakétan Moral, mangka: di antawis éta 2 pakétan dimungkinkeun aya sajinis atanapi sababaraha jinis hubungan kakaitan anumana wentuk kakaitanna tiasa dipaluruh ku métodeu nu cocok pikeun duanana. Kukituna, pikeun indikator - indikator nu aya dina pirang - pirang Pakétan Moral, tiasa ditangkodkeun Panduga Kakaitan nu disebat HIPOTÉSIS.

Upami Hipotésis seja badé diguar kabenerna, mangka indikator - indikator nu migaduh kasamian sifat tina éta dua Pakétan Moral, diangken salaju VARIABEL.
Upami éta dua Variabel saparantosna dibandingkeun laju migaduh kasamian hal dina mangsa dijalanan, mangka tiasa ditarik hiji ASUMSI ngeunaan konsisténsi di antawis dua variabel ieu.

Pikeun maluruhan tingkat konsisténsi pasakutuan di antawis ieu dua variabel dina kondisi - kondisi nu bénten - bénten, mangka éta dua variabel diperlakukeun sabagé VARIABEL TETEP atanapi VARIABEL KABEUNGKEUT, samentawis kondisi - kondisi nu diujikeunna tiasa diperlakukeun salaku VARIABEL BÉBAS.

Panalungtikan ngeunaan kakaitan di antawis dua variabel atanapi langkung ti dua variabel tiasa disebatkeun aya dina tahapan PROPOSAL PANALUNGTIKAN. 

Saparantosna jéntré yén aya kadar kakaitan nu sakirana sacara Hipotésis dipigaduh ku éta Variabel Kabeungkeut nu dibahas dina Proposal, laju seja rék diayakeun pangujian - pangujian pikeun kaayaan - kaayaan (kondisi - kondisi) sanésna, mangka naék ka Tahap PANALUNGTIKAN.

Ayana unsur Kastem dina Moral, mangrupi salahsahiji ASUMSI nu tiasa diujicobakeun dina kondisi - kondisi nu bénten.
Kitu, pangartos panyerat dugi kana danget ieu ngeunaan kakaitan antawis Moral, Adab, jeung Akhlaq, saupamina éta konsép - konsép badé ditalungtik sacara kualitatif.
_\\
1st editing (04/01/2019), input: Trying to edit with PLCRC.
2nd editing (22/01/2019), input: * & LINK to ** (Systematical of Writing Source Addresses), and makes paragraphs distance spaces.


Wednesday, 12 September 2018

Technique Reference Recommendation

By: Yusni Tria Yunda.

Salam.

We know, in this digitalize virtual system at present, there are some technique way we can take to make a reference from a picture, a sentence nor paragraphs, even an integrated link from the sources of the things that we want to collect as the reference from our writing. If we didn't has any reference of some statement, pictures, nor any other material to paste in our writing, the reader might be will catch an assumpt that what we write is a knowledge from innery of the writer memories as direct as the writer's copyright.

The ethically to reference the sources from any material that token by the writer are have many ways. The writer could take a footnotes technique in the end part of certain writing. Or a simple way in certain short writings the writer can write the source of the writer's reference thing with an icon which be linked to another post of the writer's catalogues of writings, which that icon will automate calling the destination of the address when it being executing with a job: clicking the icon.

This article is my example from the technique of references. This is the address of the article writing that I've made before:
https://m.facebook.com/note.php?note_id=10152305397621502&post_id=1789538702_10152305397621502# .

That link's address is showing a destination of my writing in an address of post that I'm doing it, here:



That picture is an article which I'm doing now. And the address of that article is this:
http://runnerupsundanese.blogspot.com/2018/09/riba-between-ribaisme-ribaismeu-1.html?m=1 .

But if the contain of an address text has too many words, we can reffers the address text with a short word nor a sticker to change the address text without changing its origin destination, so copy the address that we want to reference, and produce the rename's job, like this:

First:

1. We go to the facility of the blogspot named LINK, its lay on the top upper of the display in the blogspot display's that we on job, as this picture above:


2. Then after we clicked the LINK, and paste the address that we've copy before, to the raw_coloumn (a log box form) of to where "THIS LINK SHOULD TO GO"... or "TO WHAT URL SHOULD THIS LINK GO."... and then paste on the form box.


3. When we paste fill the address of the source in the form box, in the same time the form box above it ("TEXT TO DISPLAY") will automate filled in too, and for this ones we will making èditing job that can we call as: a "rename" job.


4. In the form "TEXT TO DISPLAY", we can type the tèxt that we want to make easy the reader when they are want to know the detail of the LINK report information that may be needing by the readers. In this sample job, I changing the text with words: "Go to the present job". And when it ever published, it will be a text with certain colour that has a contras colour with the common text of the article writing, and the readers will taking awal to the destination of the address of the LINK we recommending when after they clicking that text. Like this:

Go to the present job.

5. If we want the readers could GO BACK any time to the domain as a point of starting where they are got started to move before (example go to this article), we can make the same thing of steps 1st untill 4th above in the worksheet of the secondary address that we've just recomended above. So if we want to make it more easy to service our reader, we will do it in the display address that mean with as the way as the 1st untill 4th steps above. Just open the èdit of that address and re-follow the steps above. But the difference is in the address destination. The address we've recommend in this LINK will being the domain of destination address in that job, and the address we've started before (this address) will being the range that being hunting it destination by the second editing LINK job.

6. Here, I open the second editing LINK job:
 
    6.1. Publish this writing first.


    6.2. After published, copy the address of that writing just published. It can doing by looking it (PREVIEW) before copying.

   

    6.3. Open (PREVIEW) and make copy the address of the writing.
   
     

    6.4. Then èdit the writing that we will edit in order to make a link to this article writing. I will make a link from this article to the article that I mean on the early (3rd paragraphs) above which it address has been linked to this article by the renamed: "Go to the present job" above. 



Just open that LINK from the edit review and make the same way to edit on it as the steps of 1st until 4th above.*


___
1st Editing: 12/09/2018: at the 6th step.

*If the connection of the internet is late or the time needed to got a connecting to the other LINK is slowly, its may be 'cause of several trouble, such as the hardware that we use still has an older spesification which minimaly supporting capacity to doing multiply job opening the different LINK ib the same time.

This case can happend as often as the writer knew specially if we using a Hand Phone, not a computer. Why?. It's 'cause sometimes we need the windows are opened more than 2 windows, and the Android types of a Hand Phone were not always has the same spesification. May be a Samsung DUOS like I using in this writing activity is good enough rather than the other that I've use before. And when I think there are several jobs of digitalize medias that I need to do in the many windows, I went to the Computer's Rental, a place where we have many options of computers spesificate such as certain softwares, nor certain hardware that the Handphone hasn't.

Its like a massege which may be we ever accept such as: "an error occured...".



Tuesday, 11 September 2018

Trial & Error: Penjajakan Fasilitas Blogspot Guna Inputasi Praktis

Olèh: Yusni Tria Yunda.

Prolog.

Sebagaimana seorang 'Syèh' dalam pengertian Bahasa Acèh, yang pada umumnya dinisbahkan kepada seseorang yang mempunyai kemampuan seni, seperti hal melakukan Tari Seudati dalam kelompok🔍, penulis berpikir bahwa hal yang sama dimungkinkan dapat dilakukan pula dalam praktèk Seni Informasi 💡.

Dalam pengertian yang lain 🔎, penulis mendapatkan pula suatu makna bahwa julukan 'Syèh' telah biasa dinisbahkan kepada seorang laki-laki yang diakui mempunyai sejumlah indikator kecakapan dalam bidang spiritual Agama Islam 👳.

____

Pada prolog dalam 2 paragraf tersebut, penulis memberikan masing-masing 2 penanda berupa 2 buah stiker bagi tiap paragraf.

Kemudian penulis hendak melakukan percobaan praktèk cross_references dari logika cara inputasi Point of Sale System produksi PROSYS yang pernah penulis ingat dengan menggunakan fasilitas pencarian yang disediakan olèh aplikasi Blogger, juga fasilitas konèksi "link".

Dengan demikian, penulis menganggap ingatan penulis mengenai logika dan cara kerja program produksi PROSYS yang beroperasi pada Mesin Kasir, adalah sebagai variabel terikat, dan fasilitas-fasilitas yang disediakan olèh blogspot adalah sebagai variabel bèbasnya.

Ini hanya suatu upaya rèkonstruksi perbandingan, guna keperluan penelitian yang menghasilkan keuntungan. Insya Alloh berstatus halal.
___

Dalam cara kerja soft_ware produksi PROSYS, penulis ingat bahwa yang perlu diinput dalam Invèntory Control System adalah Data_Base penting mengenai sejarah atas masuknya beberapa isian pada kolom dan baris mengenai barang, yaitu sejumlah stok tertentu, dan sejumlah nilai harga beli tertentu. Inputasi stok inilah yang nantinya akan menambah posisi stok yang telah ada sebelumnya, maupun mengadakan stok yang belum ada sebelumnya (kosong ataupun nol dalam istilah numeriknya).

Maka logika ini akan penulis coba secara mengasosiasikannya dengan èksistènsi dari seorang sèmpel Syèh yang selanjutnya akan dituliskan sebagai: 'Syech'.

Sebagaimana dalam catur, postingan ini dapat dianggap sebagai pembukaan, atau kalau dalam aplikasi-aplikasi software kontèmporèr adalah mènu.

Dengan demikian, penulis akan mengupayakan bahwa selama percobaan inputasi data ini, akan selalu ada pilihan guna kembali lagi ke postingan ini, namun mengingat bahwa apabila upaya lancar dan semakin lama catatan pelaporan semakin banyak sehingga pada postingan ini mungkin akan terjadi beberapa èditasi sesuai dengan temuan-temuan yang didapatkan olèh penulis, maka susunan paragraf akan diubah, yang mana secara kronologis laporan yang terbaru akan penulis tempatkan pada paragraf-paragraf awal, beserta pilihan-pilihan yang mungkin sefungsi dengan suatu mènu guna pemanggilan data yang dapat mempertemukan hal yang dicari. Adapun paragraf-paragraf sebelumnya (termasuk paragraf ini) akan tergèsèr ke bagian bawah (akhir).

Demikian rencana sajian ini. Pilihan akan penulis mulai dari opsi-opsi berikut:

1. Stok Syech yang tersedia dalam data penulis: Lihat Stok.



Stok 👳

Stok yang lagi diketahui dalam Data yang lagi disiapkan, yaitu:

1 Orang, lihat 👳.
2 Orang, lihat 👳+👳.
3 Orang, lihat 👳+👳+👳.
4 Orang, lihat 👳+👳+👳+👳.
5 Orang, lihat 👳+👳+👳+👳+👳.

* Menu Trial & Error.

Guna mengetahui Nama, klik 'lihat' yang tersedia. Adapun klik 'Mènu' adalah guna kembali ke "mènu" sebelumnya.

Monday, 3 September 2018

Apakah Tèhnik Sama Dengan Mètodeu?

Olèh: Yusni Tria Yunda.

Cara sistemik yang dilakukan guna mencapai suatu tujuan, menurut penulis, adalah mètodeu. Namun, cara ini perlu suatu runtutan keteraturan dalam melaksanakannya, yaitu telah tersistematisasi. Mètodeu, dengan demikian, adalah suatu pakèt cara-cara yang disusun secara teratur guna mencapai sesuatu yang dituju. Guna mencapai tujuan, suatu mètodeu perlu mempunyai beberapa termin sebagai tolok_ukur ataupun standar-standar pencapaian, yang dapat disebut raihan. Dan standar-standar raihan termaksud, adalah termin-termin uraian dari suatu tujuan, yang disebut sebagai: 'maksud'.

Mencapai, dalam hal ini adalah berbèda dengan melakukan. Melakukan sesuatu, belum tentu sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Namun, dengan melakukan, minimal telah memenuhi suatu maksud tertentu dari beberapa maksud yang hendak diraih guna mencapai tujuan. Apabila suatu pekerjaan yang mempunyai suatu maksud dari beberapa maksud telah diraih, berarti telah dekat dengan tujuan dari dilakukannya suatu mètodeu.

Apabila mètodeu adalah pakèt cara-cara sistemik untuk mencapai tujuan, maka guna meraih maksud-maksud menuju tujuan tersebut dilakukanlah cara-cara khusus, yang disebut sebagai: 'tèhnik'. Dengan demikian, tèhnik menjadi suatu pakèt_cara_melakukan guna membantu suatu mètodeu dalam mencapai tujuan, setelah sebelumnya dapat meraih beberapa maksud yang telah ditetapkan. Sebagai suatu pakèt_cara_melakukan, tèhnik mempunyai kara-kara khusus yang dapat dipraktèkkannya dalam suatu aktivitas melakukan pekerjaan guna meraih maksud-maksud dalam upaya mencapai tujuan.

Mètodeu, dalam pemahaman ini, penulis ibaratkan sebagai suatu stratègi dalam dunia kemilitèran ketika harus menghadapi kondisi peperangan. Adapun tèhnik, ibarat siasat yang dilakukan guna mencapai maksud-maksud memenangkan beberapa pertempuran di beberapa tempat tertentu. Sehingga, tèhnik adalah bagian dari pelaksanaan suatu mètodeu, sebagaimana pula siasat adalah bagian dari suatu stratègi. Adapun perang, adalah bagian besar dari tujuan diterapkannya suatu stratègi, sedangkan pertempuran-pertempuran adalah bagian-bagian kecil dari perang, yang mana dalam pertempuran-pertempuran itulah siasat-siasat dari suatu stratègi utama dilakukan.

Memenangkan suatu pertempuran, bukan berarti memenangkan keseluruhan peperangan, sebagaimana pula keberhasilan penerapan suatu tèhnik dalam melakukan sesuatu guna meraih suatu maksud - bukan artinya berhasil pula dalam mencapi tujuan dari suatu penerapan mètodeu. Artinya, mètodeu adalah gagasan cara utama untuk mencapai tujuan, dan tèhnik adalah gagasan cara bantu guna meraih maksud-maksud.

Membentuk Pemahaman Aspèk Hukum Bagi Anak Usia SD

MEMBENTUK PEMAHAMAN TERHADAP ASPÈK HUKUM DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) TERPADU BAGI ANAK USIA SD

Olèh: Yusni Tria Yunda.

Salam.

Hukum (law) adalah perkembangan dan pertumbuhan dalam prosès pemahaman terhadap fènomèna, pemaknaan terhadap satu fenomèna khusus yang dikaji_bahaskan, serta penerapan pengetahuan mengenai pemahaman dan pemaknaan yang dikaji dan dibahas itu ke dalam kehidupan keseharian pembelajar maupun pengkajinya agar tercapai ketertiban dalam peranan-peranan sosial manusia.

Aturan main dalam suatu peranan sosial manusia, merupakan bentuk hukum praktis, yang secara umum disebut dengan peraturan (rules). Pengetahuan mengenai aturan_main ini, memiliki kadar dan jenjang ketaklidan tersendiri, sesuai dengan konsumsi tingkatan usia dan keluasan serta kedalaman pengalaman dari para pengkaji maupun pembelajarnya.

Sehubungan èvolusi pengetahuan yang lambat perlu dipercepat sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu untuk memanusiakan (sifat dan sikap) manusia yang seharusnya, agar segera hijrah dalam keadaan kebelum_tauan, maka revolusi cara berpikir generasi terdahulu pada momentum-momentum tertentu perlu diikuti oleh generasi baru agar semangat yang dimilikinya terdistribusikan secara cepat dan optimal sesuai dengan daya serap pengkaji maupun pembelajarnya dari kalangan generasi baru, tanpa mengabaikan pengalaman-pengalaman dan temuan dari para generasi terdahulu pada masa lalu.

Ini menjadi suatu kajian Pengetahuan Sosial yang terpadu seiring dengan konsèp waktu mengenai jiwa_zaman sebagai fenomèna pada saat mana dan di mana kejadian masa lalu tadi terjadi, dibahas secara khusus oleh ilmu sejarah sebelum maupun setelah ‘disyahkan’ statusnya menjadi peristiwa, bukan lagi sebagai kejadian yang belum diketahui èfèk’nya secara luas; minimal memiliki pengaruh yang telah terbuktikan adanya kepada para personil dari generasi yang mengalaminya, dengan tingkat kadar yang dapat terukur dalam èvaluasi, baik internal , maupun ekternal.

Adapun untuk mengklasifikasikan fenomèna-fenomèna yang dikaji, setelah sejarah tuntas mengkronologisasikannya, diperlukan ilmu khusus lainnya dari Pengetahuan Sosial ini, seperti èkonomi, khususnya akuntansi yang memiliki sifat tertib dan spèsifik dalam mengkategorisasikan nilai-nilai riil. Dalam hal ini, potènsi hasil maupun potènsi laba yang dimiliki oleh suatu kejadian, lebih dikhususkan pada aspèk moralnya.

Adapun untuk tempat berlangsungnya peristiwa yang dikaji meliputi sebagian umum dari pengetahuan Gèografi umumnya dan Dèmografi khususnya, sebagai sèting ataupun bekgroun dari suatu peristiwa, yang mana pengkaji lebih berfokus kepada aspèk-aspèk sosiologis dan antopologisnya daripada fisik topografi mèdan khusus, jika aspèk hukum yang akan ditekankan untuk diungkap adalah cara atau aturan_main yang rèlevan dengan jiwa_zaman dalam bersosialisasi pada masa kini berdasarkan pengalaman 'sial' dalam bersosial pada masa lalu maupun pengalaman untung, agar dapat diterima nilai-nilai optimalnya serta diketahui cara-cara menghindarkan diri dari kekurang_optimalannya.

Nilai-nilai moral yang terungkap menjadi variabel bebas dalam pengkajian, untuk dilakukan perbandingan dengan variabel terikatnya yang berupa standar moral dalam suatu kontrak_sosial, misalnya dengan menisbahkannya kepada Moral_Pancasila dalam kontèks kehidupan bernegara secara umum, lalu dengan menisbahkannya kepada Moral_Rèligi, yang mana rèligiusitas merupakan tahap kajian lanjutan dari moralitas umum kenegaraan.

Terlaksananya 2konsep moral tadi menjadi pembèda antara titik awal pembelajar maupun pengkaji dengan titik ahirnya. Pengetahuan Sosial memiliki beberapa unsur pembentuk yang secara bersamaan dapat menjadi variabel-variabel, bisa disaling-silangkan penempatan konsèpnya sebelum dipetakan dan membentuk proses generatif sesuai dengan keperluan (diutamakan keperluan-keperluan darurat dalam kehidupan yang lagi dialami) yang memiliki kepraktisan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan Pengetahuan Sosial untuk beradaptasi dengan Pengetahuan Alam secara sinèrgi, adalah flèksibilitas has yang dimiliki oleh ilmu ini. Ramuan Pengetahuan Sosial dengan mempergunakan kemampuan berbahasa yang komunikatif guna memadukannya dengan pengertian-pengertian dari pengetahuan lainnya adalah kemampuan asosiasi dan aplikasi, yaitu mencakup;

1. Analogi-analogi dasar berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri-ciri dari tiap-tiap fenomèna yang ditemukan dalam ranah keilmuan dan kehidupan sehari-hari pengjkaji maupun penelitinya. Hal ini menjadi kemampuan khusus untuk dapat melakukan klasifikasi item-item sebelum dikatalogisasikan ke dalam pos-pos dalam suatu rancangan tabèl prèsentasi kuantitatif, seperti Laporan Laba-Rugi dalam akuntansi sebagai ilmu khusus dari IPS yang akan dipelajari pada tahap selanjutnya kelak. Pengenalan dan pembiasaan melakukan analogi-analogi dasar ini merupakan upaya pembekalan serta pengasahan kemampuan di tingkat Sekolah Dasar. Di tengah-tengah lingkungan globalisasi informasi, seperti kemudahan mengaksès data melalui mèdia digitalisasi dan internèt saat ini (tahun 2018), bagi para pengkaji ilmu pengetahuan berusia Sekolah Dasar tentu bukan_lagi harus mengutamakan filtrasi (penyaringan) terlebih dahulu (berbèda dengan para pembelajar pengetauan berusia Pra-Sekolah Dasar yang’mana tingkat penyaringannya diutamakan daripada tingkat pemberian pemahaman agar jangan sampai terjadi 'salah makan', melihat fenomèna pada zaman ini, penulis menganggap bahwa filtrasi bagi para pembelajar maupun pengkaji ilmu pada usia ini lebih sesuai untuk ditempatkan sebagai hal sekundèr saja, bukan yang utama), melainkan pemahaman dan pembinaan yang harus lebih diutamakan, baik dengan maupun tanpa bantuan guru di kelas règulèr pada saat para pengkaji beraksès bèbas di luar pengawasan resmi.

Aspèk sosiologis, dengan demikian memiliki peranan yang penting, seperti; moralitas ,di samping wawasan para operator Warung_Internèt, maupun tim operator perusahaan-perusahaan selulèr, para orang-tua yang memiliki kesempatan untuk melakukannya, maupun para sènior mereka yang secara usia dan pengalaman telah mendahului mereka. Ini adalah konsèkuènsi dari teori umum Pengetahuan Sosial yang meyakini bahwa: Manusia adalah makhluk sosial (di samping sebagai makhluk individu), yang mana satu manusia dèwasa memiliki tanggung jawab terhadap sesama manusia dalam kadar kesanggupan masing-masing. Tanggung-jawab moral ini dapat dilaksanakan secara bersama-sama meskipun dalam waktu dan di tempat yang berbèda, serta dengan cara-cara yang mungkin saja berbèda-bèda. Ini adalah bentuk hukum bukan tertulis yang mana perlindungan moral untuk generasi muda bukan hanya dibebankan kepada satu atau segolongan pihak saja, melainkan tanggung-jawab dan aksi bersama.

Maka, tujuan umum dari Ilmu dan Pengetahuan Sosial dapat tercapai melalui generatif antara pemahaman individu pengkaji dengan masyarakat, dan demikian pula sebaliknya.

2. Aplikasi, yaitu penerapan dari teori-teori dasar maupun pendekatan ("approach") juga paradigma yang telah diketahui sebelumnya, terhadap fenomèna yang hendak diangkat menjadi suatu variabel yang akan dikaji. Dengan demikian, standar dalam Pengetahuan Sosial memiliki flèksibilitas, tidak kaku, dan perlu kepraktisan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang mana standar kebenarannya menjadi bersifat rèlatif, dalam arti: dipertanggungjawabkannya sesuai dengan pemahaman dan kecocokan simpulan dengan permasalahan yang dikaji, yang mana untuk tahap selanjutnya adalah mencari simpulan yang dekat dengan solusi optimal, yaitu mempunyai èfisiensi dan èfèktifitas yang besar sesuai dengan permasalahan yang dikaji.

3. Kemampuan menggunakan kecerdasan multi_literal dalam berbahasa menjadi Pos Modal utama selain bahan pengalaman ataupun pengamatan terhadap suatu fenomèna Pengetahuan Sosial maupun Pengetahuan Alam yang akan dikaji.

4. Pemahaman aspèk-aspèk hukum dalam Pengetahuan Sosial sebagai kerangka acuan kelayakan suatu fenomèna dapat diterima secara moral maupun intèlèktual, dapat dihantar melalui konduktor pemahaman-pemahaman terhadap konsèp-konsèp sosial, khususnya konsèp-konsèp Sosiologi, Antropologi dan Agama, melalui pemahaman dan penggunaan bahasa-bahasa ("linguish").


Kerangka Dasar Pengklasifikasian Fènomèna Hukum dapat pula dikaji dari aspèk akuntansi, yang praktis dipahami. Prinsip-prinsip dasar dalam akuntansi dapat digunakan sebagai penampung pemahaman hukum bagi pembelajar maupun pengkaji berusia Sekolah Dasar jenjang Kelas IV (minimal usia 9 tahunan) hingga kelas VI (berusia sekitar 11 tahunan). Secara psikologis, para pengkaji dari kalangan usia ini, pada zaman kini, sesuai dengan yang dialami oleh penulis: mereka dapat memberikan simpulan-simpulan mengenai beberapa fenomèna kasus hukum yang bukan berbentuk hafalan data dan fakta (kognisi pertama), melainkan dapat dibawa menuju analisa kritis namun tetap santai tanpa perlu meninggalkan karakteristik keusiaan normal mereka.

Uang adalah simbol siklus èkonomi (muamalah) yang mana mekanismeunya mudah dipahami oleh para pengkaji berusia ini sebagai suatu sebab-akibat ("cause_ally") dari suatu aktivitas produktif. Dengan menelusuri motif-motif dari penggunaan uang sebagai alat tukar terpraktis yang telah_lagi merèka kenali dalam kehidupan keseharian sebagai standar ukuran kemampuan (nishob) untuk beraktivitas muamalah menukarkan sejumlah barang dengan sejumlah barang-barang_lain yang diperlukan, dan jasa, dengan aytem barang yang diperlukan, maka alur pemikiran ini lebih mudah diarahkan untuk menerima suatu kronologisasi kasus sejarah sebagai bahan pengisi Pos Stok atau dalam akuntansi produksi sering pula diistilahkan sebagai Persediaan (dicatat dalam Neraca), pada saat uang itu sendiri nilainya dicatat sebagai isi Pos Kas.

Sebagaimana sifat dari persediaan, produk barang pada Pos Stok belum dapat dicairkan menjadi uang pada Pos Penjualan, sebelum melalui prosès perdagangan yang melibatkan aktivitas penjualan. Dengan demikian, dapat dinyatakan secara asosiasi bahwa: ‘kasus-kasus berfènomèna hukum yang akan diajukan untuk dipelajari adalah yang masih memiliki sifat beku (belum liquid atau cair) yang mana oleh sebab itu perlu dihangatkan terlebih dahulu melalui prosès penjualan (dalam èkonomi) dan prosès pemeriksaan serta penyelidikan, meliputi; interogasi kronologisasi, idèntifikasi para pelaku, juga niat dan motif melakukannya'.

Namun dalam praktèknya, jiwa zaman masa kini (present continues dalam tense Bahasa Inggris) memiliki peranan penting dalam menentukan rekonstruksi peristiwa sebagaimana Berita Acara Perkara memberikan dènotatisasi secara harfiah atas pengertian-pengertian yang faktual dengan tanpa bersifat bias. Dalam hal ini, ‘derajat kehangatan’ yang dapat dicapai dalam prosès penjualan kasus pada Pos Stok belum dapat ditentukan secara langsung sebagaimana derajat suhu dapat dihitung dengan alat detèksi fènomèna alam tersebut. Diperlukan prolog dan ransum hasil filter_lama dari pengetauan merèka pada usia sebelumnya (historikal kognisi-1) sebagai dasar pijakan guna langkah memahami kontèks nama-nama dari fènomèna tindakan-tindakan pelanggaran hukum yang telah merèka ketahui sebelumnya, minimal mengetahui nama atau lèbel atas suatu konsèp yang dimaksud, baik secara tepat (èfèktif), maupun secara mendekati konsèp yang dimaksud (kognisi-2) atau arèa verbalismeu.

Verbalismeu, dapat memecah karakteristik suatu calon fènomèna (prospèk kasus potènsial) dari pos persediaan, menjadi perlakuan dalam rantai èkonomi; pihak produksi atau pihak distribusi. Apabila kasus belum mendekati titik_didih menjelang cair dan mendidih, maka bukan merupakan sub_stok_barang_jadi, namun lebih mendekati sub_stok_barang_setengah jadi maupun barang_bahan_baku (material raws) yang memerlukan pengolahan lanjutan sebelum dijual dari Neraca ke dalam pembukuan Laporan Laba_Rugi.

Sehubungan akuntansi mencatatkan dua laporan utama; Laporan Laba-Rugi dan Neraca, maka pos-pos inti dalam kajian ilmu khusus ini perlu disederhanakan secara komparatif dengan kajian ilmu khusus lainnya.

Pernikahan silang berakad intra_disiplinèr keilmuan ini lebih cocok dipasangkan antara sejarah dengan moral, lalu tahap ke-dua: akuntansi dengan ‘anak-anak’ dari moral_sejarah yang telah ditemukan termaksud dalam pengawasan pemahaman hukum. Artinya;

1. Narasi bahasa dalam pemberian informasi sejarah adalah material raws (bahan untuk dianalisa) dari tiap-tiap calon sub_sub_pos persediaan,

2. Simpulan awal yang masih bercampur dengan praduga atau hipotèsis atas poin ke-1 dapat menentukan kadar kebekuan calon_kasus, yang mana derajat_kehangatannya pada saat itu akan menentukan perkiraan kecepatan yang diperlukan untuk suatu persediaan yang telah terbukukan dalam poin-1 tadi menjadi Pos Penjualan,

3. Keterampilan para pengkaji maupun pembelajar untuk melakukan heuristik dalam bentuk probing dan memberikan kritik tepat sasaran dengan pertanyaan-pertanyaan_kunci menjadi katalisator yang mempercepat prosès pernikahan antara ‘anak-anak’ moral_sejarah dengan akuntansi dalam pengawasan pemahaman hukum.

Pertanyaan pihak interogator dalam penyelidikan menjadi optimal keduanya dalam upaya mencairkan kebekuan fènomèna kejadian sebagai calon_kasus setelah keperistiwaannya terbuktikan.

Laporan Laba Rugi dapat memuat 4(empat) pos utama; Penjualan, Harga Poko Produksi (maupun Harga Poko Pembelian) yang biasa disingkat sebagai HPP, Biaya-biaya, serta Laba.

Penjualan adalah pos inti untuk mendapatkan input akuntansi. Pos ini ibarat sumsum tulang belakang yang yang memproduksi sel-sel darah_mèrah untuk dièdarkan ke seluruh tubuh. Setiap organ-organ yang dialirinya bagaikan pos-pos lainnya dalam Laporan Laba-Rugi. Selama perjalanannya mengaliri organ-organ dalam tubuh, darah mengalami penyerapan sari-sari makanan oleh organ-organ tubuh, dan ini dapat dibagaikan sejumlah laba-kotor yang dibagi-bagi dalam berbagai pos biaya.

Adapun HPP yang diperlukan akan sangat bergantung kepada tingkat kecepatan heuristik dan kritik dari pihak interogator agar dapat ditentukan secara Nilai_Pasar_Wajar mengenai berapa perbandingan antara;

1. Kasus beku dengan kasus hampir cair?,

2. Kasus beku dengan kasus cair?, dan

3. Kasus hampir cair dengan kasus cair?.

Simpulan-simpulan kualitatif yang dianalogikan melalui kuantitatif perbandingan standar moral yang diharapkan berdasarkan moral_idèologi kenegaraan yang dianut dalam kontrak sosial yang lagi_berlaku dan moral_rèligi yang diyakini (oleh pihak interogator dan pelaku), dapat menggunakan mètodeu èvaluasi berbasis tiga kelas di atas atau 3stages_of_morality.

Maka Harga Poko Pembelian bagi kasus-hampir_cair bisa didapatkan dari selisih antara kasus_beku dengan kasus_cair, dalam hal ini dapat ditentukan bahwa pelaku ekonomi di tingkat ini lebih mendekati karakteristik distribusi (distributor atau’pun agèn, meskipun dalam praktèknya banyak pula pihak produsèn yang melakukan dabel_peranan ("multiply_role") merangkap sebagai distributor atas penjualan berkuantitas tertentu). Namun tetap, bahwa yang diasumsikan adalah distribusi, sehubungan dan bila Neraca telah_lagi mendivèrsifikasi pos_persediaan ke dalam sub-sub_pos persediaan sebagaimana yang dimaksud dalam klasifikasi bahan_baku, bahan setengah jadi, serta barang jadi. Barulah HPP dapat ditentukan.

Adapun jika calon_kasus belum cair namun harus segera dijual, maka HPP dapat dipahami dengan asumsi ‘harga_pabrikan’ yang berbèda dengan ‘banting_harga’ dalam pengertian ritèl, sebagai Harga Poko Produksi .

Sedangkan untuk kasus cair, mencari HPPnya memerlukan perbandingan dengan fènomèna kasus lain yang sejenis dan atau mendekati kesamaannya dengan hal fènomèna kasus yang lagi dikaji, baik dari kasus beku, maupun dari kasus hampir cair. Artinya: harga jual kasus hampir cair adalah HPP dari kasus cair. Sedangkan satuan dari nilai-nilai dalam hukum ini memerlukan SIM (Standard Intrinsic of Morality) yang telah teruji keberlakuannya di berbagai zaman dan wilayah.

Menuju pemahaman qishos tanpa taklid di kemudian hari (kelak) sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan terjadinya fènomèna yang harus dihadapi oleh pembelajar, berdasarkan kesadaran tingkat moral_rèligi tanpa tekanan fanatismeu buta dari domèin moral_rèligi dari tingkat dan arèa lain, juga dari moral_idèologi yang seperti berbèda, adalah penting bermusyawarah inter dan multidisipliner antar keilmuan meskipun sèkulerismeu harus dilibatkan.

Untuk inilah kajian penanaman pemahaman hukum dalam kajian IPS Terpadu bagi anak-anak usia SD perlu mulai dirintis untuk dapat dilakukan.

___
Selanjutnya dapat dilihat: Praktèk Rèkonstruksi Aytem Pertama Kasus Cair.

Tuesday, 30 January 2018

SU Notes Source



History and It’s Way To Being a History Byover Linguistic <Part I: Proposal of "The Philosophical of Universal Lingual Writing Process">



Written By: Yusni Tria Yunda, S.Pd.

Author : Yusni Tria Yunda, S.Pd., and Yusni Tria Yunda.

Event Organizer: Yustria in The group of Shadow University.


"Sejarah bertanya; apa itu perubahan, dan apa yang harus diubah, untuk kepentingan apa anda mengubahnya?. Sejarah menggantungkan eksistensinya pada dua ukuran ; waktu dan ruang ; peristiwa demi peristiwa merambat pada koordinat-koordinatnya. Fokusnya adalah 'perubahan', rumusan masalahnya adalah dalam track waktu ;


1. Masa lalu mengubah masa kini dari yang tidak mungkin terjadi jadi terjadi

2. Masa kini mengubah masa lalu melalui penemuan-penemuan baru

3. Masa depan diubah jalannya pada masa kini melalui tindakan-tindakan masa kini.".[1]



The written, in order to making this proposal, is trying to translate the notes above, as below:

History asks: what is the change, and what the things have to be changed, what for the importance are you change it being to be? History hanged up existence onto two measures; time and space; the events by events transmit on their coordinates. Their focus is: "change", it's problem formulating are in the time tracks;
1. The past changes present time which from impossible to happen it being happened.
2. The present time, changes the past time by over the newest findings.
3. The future’s way of be changed in the present by over the acts in the present time.

"Pada track ini mana yang dominan?, yang dominan adalah kepentingannya untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan terjadi. Beberapa pendekatan ;

- Pada jalur pertama digunakan kausalitas yang jika koordinatnya melebihi eksistensimu maka ia menjadi "katanya", menjadi "menurut", menjadi "berita dari". Dalam hal ini komposisi yang seimbang antara ilmu / metodologi serta naluri kepercayaan menjadi dominan, seperti ilmu yakin dalam meyakini sesuatu.". [2]

Which one the dominant?, the dominantly is its importantly to reach the perhaps to be happened of the purposes. Some approach is ;

- On the first track be used quality that if its coordinate exceeds your existence then it’s be "<someone> said", become "according <to…>", into "the news from <'...'>". In this case the balance composition between science / methodology and the believe of instinct is be dominant, it’s like the believe of science in believing to something.".

____# Simkuring seja bade nyeratkeun pamendak kuring perkawis "<...> between science / methodology and the belifes of instinctic <...>", - hususna tangara garis dengdek katuhu <"/">. Upami simkuring nu maos hartos tangara ieu <"/">, nyaeta : "tina pirang-pirang". Pangartos 'tina pirang-pirang' ieu, panginten tiasa sapadan sareng "from every". Kukituna, pangartos nu ngandeg tina kalimah "<...> the balance composition between science / methodology and the believes of instinctive <...>", tiasa janten dua pangartos dasar ;

1. "Between science "from every" methodology <and the thing which meanes>";
2. "Between science "from every" methodology and the believing of instinctive".

Tegesna, pangartos simkuring dina danget ieu sanes ;

3. "Between science or methodology";
4. "Between science or methodology and the believes of instrinctic".

Anapon akibat <"result"> ti nomer dua <2> di na pangartos kuring ieu, ngajantenkeun eta pangartos utami "between science from every methodology and the believes of instinct" ngagaduhan pangartos-turunan <"sub-understanding"> kieu ;

2.1. "Between science from every methodology" salaku 'di antawis elmu tina pirang-pirang metodologi', and <jeung>;
2.2. "Between science and the beliefes of instinctive".


PAMETAAN

a. Hartos ti na 2.1 sareng <"with"> 2.2 , upami ngangge cara pemetaan tina cara panyaket <"approach"> matematika <"math">, janten aya dua daerah nu dituju <"range">, nyaeta 2.1 sareng 2.2 , tina hiji daerah asalna <"domain">, nyaeta 2.

b. Kunaon nu nomer hiji <1> di na pangartos kuring ieu teu diguar?. Upami mitelik ka na <"to the"> tegesna pangartos 2.1 , sacara langsung ieu <"this"> parantos ngaguar oge nu nomer hiji. Kantun pemetaanna bae kana <"onto"> pirang-pirang metodologi nu dipimaksad ku elmu husus. Saparantos <"after"> pemetaan a. jeung b. kaemut, kantun midamel pametaan ka na <"into"> hasil <"result"> sasarengan tina a. jeung b. ti "domain" salaku hasil galoan <"mix">.

Eta mangrupi akibat-lampah <"consequence"> upami milih nganggo kecap "di antawis" <"between">, hartosna kedah tiasa dipertelakeun ku hiji cara-panyaket.

Rupina eta tiasa benten upami nu dianggona kecap "beyond" oge <"also"> kecap "amoung", nu mana dua kecap eta <"beyond" jeung "amoung"> rada <"inclined"> teu patos peryogi <"need"> pertelaan <"descript"> samemeh <"before"> dipuguhkeun <"make sure"> masalah-masalahna, - hususna <"especially"> masalah nu parantos dipikauninga <"knowing"> hakekat utamina <"major essence">, namung teu acan tiasa lebet kana cara-guar <"method"> ti <"from"> 'domein" nu parantos kalawangan <"be opened">, - ieu "biyon".

#____

Sumber Duplikasi Untitled Album.

Oléh: Yusni Tria Yunda. https://m.facebook.com/photo.php?fbid=2112359267111&id=1789538702&set=a.2112358667096&source=48 ___ 1...